SEJARAH SMA SANTO KRISTOFORUS I

Pada tahun 1994, Yayasan Diannanda memulai SMA Santo Kristoforus I dengan membuka tiga kelas untuk 97 siswa. Pembukaan SMA Santo Kristoforus I sempat menimbulkan kontroversi dari pihak Keuskupan Agung Jakarta. Pengurus Yayasan Diannada diminta menjelaskan alasan dan latar belakang pendirian sekolah ini kepada pihak Keuskupan dan kemudian kepada pihak Majelis Pendidikan Katolik (MPK). Syukurlah penjelasan itu bisa diterima sehingga SMA Santo Kristoforus I bisa tetap berjalan dan semakin terus berkembang sampai saat ini.

Seiring dengan perkembangan Yayasan Diannanda Persekolahan Santo Kristoforus, tanggal 24 Agustus 1997, Paroki Santo Kristoforus dan Yayasan Diannanda mengadakan pesta syukur meriah dengan diresmikan dan diberkatinya Aula dan Gedung Sekolah oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Pietro Sambi

Gedung ini menjadi simbol kasih Paroki untuk Yayasan Diannanda, yakni aula paroki yang juga digunakan untuk kegiatan sekolah menopang SMP dan SMA Santo Kristoforus I. Kelas-kelas SMP dan SMA Santo Kristoforus I berdiri di atas aula sehingga gedung ini terdiri dari 4 lantai dengan lantai 1 untuk aula, lantai 2-4 untuk persekolahan SMP dan SMA Santo Kristoforus II.

Pada peresmian gedung ini, Mgr. Pietro Sambi menggarisbawahi bahwa pembangunan gedung ini bisa terlaksana karena kerjasama luar biasa dari begitu banyak pihak. Mgr. Pietro Sambi mengharapkan aaagar kerjasama itu tetap dijaga ke depan dalam kerangka persatuan dan cinta kasih untuk mencapai hasil yang optimal. Mgr. Pietro Sambi juga berpesan, “Sekolah Katolik harus bermutu tinggi seperti pelita yang ditempatkan di atas kaki dian.”