Kamis, 14 Juni 2024, para guru unit SMP dan SMA St. Kristoforus 2 mengunjungi kampus University of Jakarta International (UNIJI). Kampus ini adalah salah satu dari sekian kampus top Indonesia yang mengusung program bilingual bagi para mahasiswa. Dengan berkaca pada kurikulum yang berlaku di Monash University dan Western Michigan University, kampus UNIJI mencoba membuat terobosan kurikulum baru. Kurikulum hybrid ini diterapkan baik kepada program internasional maupun program lokal kampus UNIJI.

Secara sekilas, kampus UNIJI tampak seperti apartemen. Lobby utama kampus tampak mewah dengan dinding tembok marmer. Ada dua jenis akses masuk ke dalam kampus UNIJI. Pertama, akses dengan kartu. Kedua, akses dengan facial recognition. Kedua jenis akses tersebut cukup efektif mengurangi kontak fisik, mengingatkan penulis akan kondisi perkuliahan waktu pandemi COVID-19.

Gedung kampus ini memiliki 23 lantai. Salah satu lantai yang kami datangi dalam campus tour adalah ballroom. Kami cukup kagum menikmati ruangan berkapasitas 2000 orang tersebut. “Sepertinya bisa untuk prom night kelas XII”, celetuk bu Okta, salah seorang guru SMA St. Kristoforus 2. Apalagi dinding kacanya membuat view sebagian Jakarta bisa terlihat dengan sangat jelas. Kami juga mengunjungi ruangan-ruangan lainnya seperti ruang kelas yang dikostumisasi sesuai negara tujuan kampus UNIJI. Sangat tematik. Perlu diingat bahwa UNIJI menyediakan kerja sama dengan berbagai universitas TOP di luar negeri seperti Monash University, Fordham University, Western Michigan University, Long Beach California University, dan Xi’an Jiaotong – Liverpool University. Program Kerjasama internasional ini mengusung konsep semester pendek yang mempercepat mahasiswa/I untuk lulus dari kuliah dan langsung siap beradaptasi dengan dunia kerja.

Kegiatan kami ditutup dengan seminar perihal Mental Health First Aid for Gen-Z. Materi ini menarik karena membahas perihal menghadapi Gen-Z dan berbagai masalah kesehatan mentalnya. Ini akan sangat membantu mengingat semua murid SMP dan SMA St. Kristoforus 2 saat ini adalah bagian dari Gen- Z. Penulis juga adalah bagian dari Gen-Z maka seminar ini sangat pas sebagai bahan refleksi. (timediasmaxto2)