Mens sana in corpore sano, demikian kata pepatah bahasa Latin. Pepatah ini menyiratkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh supaya jiwa dapat berfungsi dengan baik. Dengan memiliki tubuh yang sehat, manusia dapat beraktivitas dengan bebas tanpa takut risiko terserang penyakit.

Pada Selasa, 28 Mei 2024, para guru SMP-SMA St. Kristoforus 2 mengikuti seminar tentang penyakit tumor dan kanker yang dibawakan oleh Yayasan Bina Kanker Nasional (YBKN). Seminar diadakan di ruang auditorium dan dimulai pada pukul 13:20 WIB. Walaupun diadakan pada tengah hari, para guru tampak antusias dalam mengikuti seminar tersebut.

Ada berbagai hal yang dibahas dalam seminar ini. Tema umum yang dibahas adalah tumor dan kanker yang menyerang tubuh manusia, secara khusus yang menyerang alat reporduksi. Pada pria, kanker yang umumnya terjadi adalah kanker kelenjar prostat sedangkan pada wanita kanker yang umum dialami adalah kanker rahim. Bagaimana halnya dengan kanker payudara? Rupanya kanker ini bisa menyerang baik perempuan maupun laki-laki.

Kanker itu sendiri sebenarnya adalah tumor yang menjadi ganas. Tumor diawali oleh sel-sel tubuh yang berfungsi dengan abnormal karena berbagai macam rangsangan entah dari luar atau dalam tubuh. Dari dalam tubuh, kanker dan tumor dipicu oleh konsumsi akan makanan yang tidak sehat dan pola hidup yang serampangan. Bagaimana dengan factor eksternal? Adapun kanker dan tumor dipicu oleh paparan polusi dan radiasi elektromagnetik yang berlebihan.

Salah satu hal yang merepotkan dari kanker adalah bahwa gejala-gejalanya itu seringkali tampak sederhana sehingga disepelekan. Tak heran jika orang-orang yang wafat terkena kanker mayoritas terjadi karena terlambat ditangani karena sering menunggu sampai stadium akhir. Untungnya berbagai faskes telah memfasilitasi cara mendeteksi tumor dan kanker sejak awal.

  “Bapak ibu sekalian, tentu ada solusi yang lebih baik dari pengobatan kanker, yakni pencegahannya” demikian kata pak Aldi, salah satu narasumber dari YBBN. Ada dua cara pencegahan kanker. Pertama, melalui pola hidup sehat yakni mengurangi konsumsi zat-zat karsinogenik dan meningkatkan konsumsi makanan sehat yang mengandung zat-zat anti radikal bebas, misalnya konsumsi umbi tanaman temu putih. Cara kedua adalah dengan melakukan vaksinasi HPV yang mampu mencegah perkembangan sel-sel kanker selama lima tahun. “Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan seperti kemoterapi yang bukan hanya mematikan sel kanker, tetapi juga mematikan sel-sel yang masih sehat” tandas pak Aldi. Hal ini masuk akal, apalagi mengingat biaya pengobatan kanker yang jauh lebih mahal daripada upaya pencegahannya (timediasmaxto2)