Jakarta, 16 November 2022 – Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 tidak saja memperlambat perkembangan kompetensi akademik murid, tapi juga kompetensi nonakademik mereka. Minat, bakat, dan potensi murid, terutama dalam bidang seni dan olahraga menjadi seperti ‘terkubur’ untuk sementara waktu. Meskipun sejak awal pandemi, proses pengembangan kompetensi nonakademik dan akademik terus disiasati secara maksimal melalui aktivitas pembelajaran secara online, namun tetap ada yang tidak maksimal karena wadah untuk menyalurkan minat, bakat, dan potensi murid, baik di bidang akademik maupun nonakademik tidak disediakan sebagaimana biasanya sebelum pandemi ini terjadi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa untuk sementara waktu, proses mencapai, meraih, ataupun mengumpulkan prestasi menjadi ‘terhenti’ karena kondisi pandemi.

Kondisi ‘tidak menyenangkan’ di atas berpengaruh juga pada pemerolehan prestasi yang selalu diraih oleh SMP Santo Kristoforus 1, terutama dalam bidang Seni, yakni kategori paduan suara (padus). Hampir dua atau tiga tahun terakhir ini, aktivitas padus vakum alias tidak ada aktivitas, baik secara internal maupun eksternal. Di sisi lain, tidak dimungkiri, padus adalah ikon bagi SMP Santo Kristoforus 1 selama bertahun-tahun. Di bawah bimbingan pelatih internal, Bapak Yulius Const. Sai, guru Seni Budaya SMP Santo Kristoforus 1, tim padus selalu menjuarai lomba, baik yang diselenggarakan dinas kepemerintahan di tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat maupun yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Jenjang SMP di tingkat Dekenat Jakarta Barat Keuskupan Agung Jakarta.

Hari ini, Rabu, 14 Desember 2022, ‘ikon itu telah kembali’. SMP Santo Kristoforus 1 telah mengembalikan ikon ‘prestasi padus’, tidak saja di tingkat MPK Dekenat Jakarta Barat atau setingkat Kota Administrasi Jakarta Barat, tetapi di level MPK Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) atau setingkat Provinsi DKI Jakarta. Melalui sebuah kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi), MPK KAJ Jenjang SMP mengadakan lomba paduan suara untuk semua sekolah Katolik se-KAJ. Ada 40 peserta tim padus atau sekolah terlibat dalam perlombaan ini. Perlombaan ini melalui tiga (3) babak: 1) babak penyisihan, yakni pengiriman video rekaman akivitas bernyanyi sekolah masing-masing pada 8 Desember 2022, 2) babak pengumuman pada 12 Desember 2022 tentang hasil seleksi 10 besar tim yang lolos untuk diperlombakan pada babak final, dan 3) babak final penampilan 10 tim terbaik pada 14 Desember 2022.

Pada Rabu, 14 Desember 2022, babak final untuk 10 tim padus diperlombakan di aula SMP Sang Timur Tomang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ada lima sekolah yang meraih kejuaraan tersebut. Berikut ini adalah sekolah-sekolah yang menjuarai lomba ini. Juara 1: SMP Tarakanita 4, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur; Juara 2: SMP St. Kristoforus I, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat; Juara 3: SMP Pamardi Yuwana Bhakti, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi; Harapan 1: SMP Santo Paulus, Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara; dan Harapan 2: SMP Kolese Kanisius, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

“Selamat” kepada tim paduan suara SMP Santo Kritoforus 1. Raihan prestasi ini berkat kolaborasi semua stakeholder: Pelatih, Murid, Orang Tua, Guru-guru dan Tenaga Kependidikan, Kepala Sekolah, dan tim manajemen Kantor Yayasan. “Kami akan membangkitkan kembali ikon prestasi padus ini ke depan,” demikian kata Pak Petrus Laritmas, S.Fil., Kasek SMP Santo Kristoforus 1 dengan penuh optimisme.

Pandemi hampir berakhir. Target-target, termasuk target prestasi akademik dan nonakademik telah ditetapkan. Dengan semangat ‘berkolaborasi’, mari kita bergandengan tangan untuk memfasilitasi murid-murid kita dalam mengeluarkan potensi terbaik mereka agar secara kolaboratif pula kita mencapai target-target bersama kita. (OR)