Yayasan Diannanda

Sejarah Yayasan Diannnanda

Yayasan Diannanda adalah Yayasan Milik Paroki Santo Kristoforos Grogol – Jakarta Barat. Yayasan Diannanda didirikan pada tanggal 30 April 1982 oleh Pastor Titus Rahail, MSC yang kala itu menjabat sebagai Pastor Paroki. Yayasan Diannanda kini mengelola 8 (delapan) unit Persekolahan yang terdiri dari 2 KB-TK, 2 SD, 2 SMP dan 2 SMA. Persekolahan Kristoforus mengembangkan pendidikan berbasis Kristoforus Values yang mengintegrasikan antara Pengetahuan, Iman dan Moral untuk membentuk pribadi yang cerdas dan bermartabat.

Filosofi Yayasan Diannanda

Yayasan Diannanda memiliki filosofi: Fides (Iman), Mores (Sikap), Intellectus (Akal budi). Filosofi ini menegaskan bahwa kompetensi lulusan siswa mengarah pada pembentukan keimanan, karakter, sikap dan pengembangan pengetahuan siswa.

Visi dan Misi

Visi:

Menjadi Sekolah Katolik yang Unggul dan Profesional.

Misi:

  1. Meningkatkan dan Mengembangkan Kualitas SDM Melalui Penguasaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Bahasa
  2. Mengembangkan Pendidikan Karakter yang Berbasis Iman dan Moral
  3. Menanamkan Nilai-nilai Kebangsaan
  4. Menyelenggarakan Tata Kelola Yang Baik Melalui Fungsi Manajemen yang Profesional

KRISTOFORUS VALUES

K : Knowledgeable and Skillful
R : Respect for others
I : Integrity and Ethics
S : Sincerity in service
T : Teamwork and Trust
O : Obedience
F : Faithful
O : Open Minded and Open Management
R : Responsible for Self and Others
U : United in Vision and Mission
S : Safety and Security

MOTTO

MENDIDIK MENJADI CERDAS DAN BERMARTABAT

Makna Logo

Warna biru melambangkan pengharapan. Pengharapan adalah asa dan daya yang akan membawa manusia kepada iman. Di tengah gelora laut/kehidupan yang serba tidak pasti, insan Kristoforus selalu memupuk pengharapan karena iman akan Yesus. Kristoforus adalah tokoh suci sebagai pelindung manusia dalam perjalanan, dimana pada gambar tersebut ia memanggul seorang anak kecil (Yesus).

Maknanya perutusan kepada semua insan Kristoforus untuk selalu siap sedia menghantar setiap anak menuju kepada “seberang” kehidupan yang lebih baik, pencerahan hidup sehingga menemukan Tuhan dalam gelora kehidupan ini. Tulisan “Fides” “Mores” et “Intellectus” merupakan tiga dimensi manusia yang selalu menjadi fokus insan Kristoforus dalam mengemban panggilan hidupnya. Fides adalah Iman, insan Kristoforus adalah insan yang beriman, dan Mores adalah Moral, dan intellectus adalah intelektual.

Insan Kristoforus dipanggil untuk berkembang secara pengetahuan berdasarkan iman dan moral. Sehingga pengetahuannya selalu diterangi oleh iman dan digunakan untuk kemaslahatan semua orang (moralitas sosial).